Home Bandar Lampung Yopi Sebut Media Purnamanews Serta Midun Oknum Yang Ancam Jurnalis Adalah Satu Genk

Yopi Sebut Media Purnamanews Serta Midun Oknum Yang Ancam Jurnalis Adalah Satu Genk

81
0
SHARE
Yopi Sebut Media Purnamanews Serta Midun Oknum Yang Ancam Jurnalis Adalah Satu Genk

BANDAR LAMPUNG, Analisis Kritis, — Sebuah praktik dugaan penekanan kebebasan pers dan upaya penutupan fakta terkait bisnis BBM ilegal kembali terungkap. Seorang oknum yang mengaku wartawan, Midun diduga melakukan pemaksaan, pengancaman, serta penawaran uang secara tidak pantas kepada jurnalis dari media Analisis Kritis agar segera menghapus (takedown) berita terkait gudang BBM ilegal yang diduga milik oknum TNI AL Gofur. Insiden tersebut terjadi pada Senin, 7 September 2026.

Berdasarkan informasi yang diterima tim liputan, Midun menghubungi pihak media Analisis Kritis dengan tujuan tunggal: meminta berita mengenai gudang BBM ilegal milik Gofur segera diturunkan dari laman media. ia mengatakan bahwa pihak gudang hanya sanggup memberikan 500/media.akan tetapi jurnalis Analisis Kritis tidak menghiraukan tawaran dari Midun sehingga melontarkan kata-kata tidak pantas serta melakukan ancaman fisik berjanji akan memecahkan kepala jurnalis yang bersangkutan jika berita tersebut tidak dihapus.

"Turunkan beritanya sekarang. Kalau tidak, kepala kamu akan saya pecahkan".

Tidak hanya ancaman, Midun juga menawarkan uang sebesar Rp500.000 dengan alasan "uang Takedown berita". Ia menegaskan bahwa jika media Analisis Kritis bersedia melakukan takedown, maka seluruh media yang sebelumnya menaikkan berita tersebut bisa "satu pintu"

Nama Midun Oknum yang melontarkan kata-kata tidak pantas dan pengancaman kepada Jurnalis Analisis Kritis terungkap dari salah satu teman atau kelompok Media Purnamanews yaitu Yopi Hermawan.

Yopi mengatakan bahwa sosok yang mengancam jurnalis Analisis Kritis adalah Midun, Yopi juga mengatakan kalau mereka adalah satu team. Yopi berharap jurnalis Analisis Kritis mau mentakedown berita yang sama. Dirinya lagi butuh uang kalau jurnalis Analisis Kritis tidak mentakedown berita, semua berita dari komplotan Media Purnamanews tidak ada di Takedown juga. Tegas Yopi

Praktik ini diduga digunakan untuk memperkuat tekanan, memperbanyak jumlah publikasi demi tujuan tertentu, serta memanipulasi opini publik seolah-olah banyak media yang meliput, padahal berasal dari satu kelompok. Dugaan ini semakin menguatkan kecurigaan bahwa penawaran uang Rp500.000 dan ancaman yang dilontarkan Midun bukan inisiatif pribadi, melainkan bagian dari upaya terstruktur untuk menutupi fakta terkait operasi BBM ilegal milik Gofur.

Perbuatan oknum yang menyalahgunakan profesi jurnalistik ini dinilai sangat merugikan seluruh insan pers yang berintegritas. Pengancaman fisik, penawaran uang untuk penutupan berita, serta pengelolaan banyak media dalam satu kendali untuk tujuan manipulasi informasi adalah pelanggaran berat yang tidak boleh dibiarkan.

"Kami tidak akan diam. Ancaman dan uang tidak bisa membungkam kebenaran. Justru semakin jelas bahwa berita tentang BBM ilegal itu memang benar adanya, dan mereka berusaha menutupinya dengan cara apa pun, termasuk ancaman dan suap kecil." — tegas pihak Media Analisis Kritis

Media Analisis Kritis mendesak Dewan Pers, Polda Lampung, serta pihak berwenang terkait untuk segera menyelidiki kasus ini. Identitas sosok yang melakukan pengancaman melalui pesan suara tersebut diketahui adalah Midun,beserta struktur Media Purnamanews dan keterkaitannya dengan pemilik gudang BBM ilegal milik Gofur harus ditelusuri secara transparan. Praktik penekanan berita melalui ancaman dan uang harus dihentikan, serta pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku. (Gerry)